Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah bersama para narasumber pada Forum Grup Discusion (FGD) Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2021-2026 Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok, Senin (12/04/21). (JD04/Diskominfo)

berita.depok.go.id-Dua isu strategis muncul dalam Forum Grup Discusion (FGD) Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Depok Tahun 2021-2026. Yaitu mengenai pemindahan arsip dari Kabupaten Bogor ke Kota Depok dan penambahan koleksi buku elektronik.

Menurut Kepala Diskarpus Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah, pemindahan arsip akan dilakukan secara bertahap. Sebab, bukan hanya persoalan memindahkannya, namun juga harus menyiapkan sarana yang dibutuhkan.

"Ruang arsip Diskarpus saat ini masih kurang untuk menampung arsip lama dari Kabupaten Bogor. Maka pemindahan akan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini," tuturnya kepada berita.depok.go.id, Senin (12/04/21).

Selain pemindahan arsip, lanjut dia, isu strategis lain ialah penambahan e-Book atau buku elektronik. Saat ini, koleksi yang dimiliki Diskarpus masih terbatas jumlahnya.

Siti mengatakan, pandemi Covid-19 membuat kunjungan perpustakaan menurun, karena ruang baca yang ditutup. Pengunjung hanya boleh meminjam melalui sistem close access. Hal ini harus menjadi momentum Diskarpus untuk lebih mengoptimalkan layanan online.

"Tahun ini, kami akan segera menambah jumlah koleksi buku elektronik. Masyarakat bisa mengakses melalui aplikasi e-Perpus Kota Depok," pungkasnya. (JD 09/ED 02/EUD02)

YOUR REACTION?