ASN Irda Kota Depok saat mengikuti Program Pelatihan Mandiri terkait Manajemen Resiko di Rukun Senior Darmawan Park Kota Bogor, Senin (28/12/20). (Diskominfo)

berita.depok.go.id-Dokumen Manajemen Resiko (MR) Inspektorat Daerah (Irda) Kota Depok Tahun 2021 telah selesai ditelaah. Langkah ini, diharapkan berdampak terhadap meningkatnya sensitivitas Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya Pengawas dan Auditor terhadap resiko.

"Dengan demikian sejak awal sudah sadar terhadap resiko dan melakukan mitigasi," kata Inspektur pada Inspektorat Daerah (Irda) Kota Depok, Firmanuddin di Rukun Senior Darmawan Park Kota Bogor, kemarin (28/12/20).

Firmanuddin mencontohkan, seperti mengenai kemungkinan gagalnya lelang dikarenakan tidak ada perusahaan yang mendaftar. Melalui dokumen MR, permasalahan ini diharapkan tidak terjadi karena sejak awal dilakukan pencegahannya. 

"Yaitu bisa saja dengan kualifikasi dan teknis, atau melihat daftar komunitas kontraktor di Kota Depok. Intinya, sejak awal kita dapat mendeteksi proyek mana yang berhasil atau gagal tender," katanya.

Lebih lanjut, Firmanuddin menambahkan, Inspektorat menjadi unit kerja yang ditugaskan mendampingi Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terkait penyusunan MR. Karena itu, dirinya juga memberikan apresiasi adanya Program Pelatihan Mandiri (PPM) mengenai Manajemen MR.

Menurutnya, pelatihan ini untuk memberikan pembekalan agar SDM Inspektorat memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai resiko. Termasuk cara mengantisipasi, menganalis, mengendalikan serta menangani segala bentuk resiko secara efektif

"Lebih besarnya kami berharap, agar semua PD telah melakukan penilaian resiko dan segera melakukan langkah-langkah mitigasinya. Dengan upaya ini, diharapkan semua program dan kegiatan PD dapat dicapai dan dilaksanakan sesuai rencana," tutupnya. (JD 07/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?