Foto: istimewa

Ojek pangkalan sebagai mitra Disperdagin saat mengantar belanjaan salah satu warga yang membeli melalui Pasar Online, belum lama ini.

berita.depok.go.id - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disaperdagin) Kota Depok akan mengembangkan program Pasar Online yang sudah diterapkan di lima pasar tradisional sejak Oktober 2020 lalu. Pengembangan program difokuskan pada sistem marketing.

Kepala Bidang Sarana dan Bina Perdagangan, Disperdagin Kota Depok, Diana Puspitasari mengatakan, Pasar Online hadir untuk memudahkan masyarakat dalam berbelanja di masa pandemi Covid-19. Selama tiga bulan ini, program tersebut sudah berjalan namun belum sesuai harapan.

"Pengembangan program lebih kepada marketing, sebab banyak warga yang masih belum sepenuhnya mau menggunakan sistem ini," katanya kepada berita.depok.go.id, Selasa (19/01/21).

Meski begitu, lanjut Diana, pihaknya akan tetap mengajak masyarakat untuk  berbelanja melalui pasar online. Karena selain harganya sama, dengan sistem ini warga juga tidak perlu mendatangi pasar untuk bertransaksi.

"Setelah mereka pesan melalui aplikasi Tokoku, pesanan akan diantar ke rumah masing-masing dengan ojek pangkalan yang bekerja sama dengan kami," jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Tugu, Ikhwan Suryadin menuturkan, pihaknya akan mendukung program tersebut. Saat ini terdapat 100 pedagang di Pasar Tugu yang berjualan secara online.

"Alhamdulillah, ada yang beli melalui aplikasi, meski banyak yg belum tahu juga tapi kami akan terus sosialisasi dan arahkan pembeli untuk belanja melalui online," ucapnya. (JD 05/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?