Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati. (Foto: Istimewa)

berita.depok.go.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus meningkatkan pencapaian kelurahan Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Saat ini, sebanyak 22 Kelurahan di Kota Depok belum berstatus ODF.

“Hingga tahun 2022, terdapat 4.360 kepala keluarga (KK) dari 22 kelurahan yang belum berseptic tank. Kami akan terus tingkatkan hingga ODF 100 persen,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati kepada berita.depok.go.id, Jumat (05/08/22).

Adapun 22 kelurahan tersebut antara lain Kelurahan Depok, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kelurahan Tugu, Kelurahan Pengasinan, Kelurahan Pancoran Mas, dan Kelurahan Pasir Putih. Kemudian Kelurahan Duren Mekar, Kelurahan Curug Bojongsari, Kelurahan Bojongsari, dan Kelurahan Sukamaju. 

Lalu, Kelurahan Cipayung, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kelurahan Abadijaya, Kelurahan Duren Seribu, Kelurahan Mekarsari, dan Kelurahan Beji. Serta Kelurahan Jatijajar, Kelurahan Cipayung Jaya, Kelurahan Pondok Jaya, Kelurahan Gandul, Kelurahan Kemiri Muka, dan Kelurahan Jatimulya. 

Menurut Mary, pada tahun 2022 pihaknya mendorong minimal 17 kelurahan yang melakukan deklarasi ODF. Sedangkan tahun 2023 sebanyak lima kelurahan yang akan melakukan deklarasi.

“Pada 2021 sudah 41 kelurahan deklarasi ODF, sehingga diharapkan sampai 2023 63 kelurahan sudah berstatus ODF,” ungkapnya.

Lanjut dia, syarat kelurahan deklarasi ODF yaitu tidak ada KK yang open defecation. Untuk mendukung pencapaian tersebut perlu adanya dukungan dan sinergi dari stakeholder terkait di wilayah.

“Perlunya kerjasama dari kelurahan, kecamatan, puskesmas, Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS) kecamatan, Kelompok Kerja (Pokja) Sehat kelurahan, hingga masyarakat agar tidak ada lagi KK yang belum bersepti tank,” pungkasnya. (JD02/ED02/EUD02)

YOUR REACTION?