Wali Kota Depok Mohammmad Idris bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok meninjau pelaksanaan Rapid Test Covid-19 Massal untuk warga Depok yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Supermarket Giant Tole Iskandar, Sukamaju Cilodong, Jumat (22/05/2020). (Foto : Diskominfo)

berita.depok.go.id - Upaya menanggulangi wabah Coronavirus Disease 19 (Covid 19) terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan menggencarkan rapid test dan tes Swab Polymerase Chain Reaction (PCR). Hal ini bertujuan untuk mendeteksi kasus-kasus terkonfirmasi sehingga dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah penanganan yang tepat guna meminimalisir peluang penularan.

"Saat ini kami dan para pihak yang memiliki kepedulian dalam penanggulangan Covid-19, akan terus melakukan strategi 'detect' melalui pelaksanaan rapid test dan Swab PCR," tutur Wali Kota Depok, Mohammad Idris, kepada berita.depok.go.id, Jumat, (22/05/20).

Mohammad Idris menjelaskan, meski konsekuensinya akan terjadi penambahan kasus konfirmasi positif yang cukup signifikan dalam setiap harinya. Namun, menurutnya, program ini sangat penting untuk memetakan dan melakukan intervensi secara pasti terhadap kasus konfirmasi positif yang belum terjaring.

"Termasuk tindaklanjut tracing kepada mereka yang kontak erat. Selain itu, kami juga menyediakan fasilitas untuk isolasi dan perawatan di rumah sakit," katanya.

Dirinya menambahkan, berkenaan dengan pelaksanaan rapid test dan Swab PCR, hari ini melalui fasilitasi Badan Intelijen Negara bekerjasama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  Kota Depok telah dilakukan pemeriksaan kepada  531 orang. Dari jumlah tersebut, 33 orang atau 6,21 persen di antaranya dinyatakan reaktif.

"Adapun untuk warga yang mengikuti swab sebanyak 152 orang dan hasilnya akan disampaikan kemudian," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, perkembangan kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) hingga hari ini sebanyak 908 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1.540 orang. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 650 orang.

Kemudian, sambungnya, untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 68 orang. Namun demikian, status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

"Untuk kasus konfirmasi positif sebanyak 481 orang. sembuh 117 orang dan yang meninggal 24 orang, " pungkasnya. (JD 09/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?