Kepala Bappeda Kota Depok, Widyati Riyandani saat memberikan paparan pada kegiatan Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahap II Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2020. (Foto: JD 04/Diskominfo)

berita.depok.go.id-Kota Depok mengunggulkan program Smart Healthy City pada penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahap II. Karena itu, program tersebut akan terus ditingkatkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Banyak program kami sampaikan kepada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat (Jabar). Namun untuk tahun ini kami unggulkan program Smart Healthy City,” tutur Kepala Bappeda Kota Depok, Widyati Riyandani saat memberikan paparan pada kegiatan penilaian PPD Tahap II Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2020 di Aula Lantai 5 Balai Kota Depok Rabu (12/02/20).

Dirinya menuturkan, terkait program Smart Healthy City, berbagai inovasi dilakukan Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk pelayanan kesehatan. Antara lain adanya aplikasi sistem jaminan pelayanan online bagi masyarakat miskin yang membutuhkan pembiayaan perawatan di rumah sakit.

Selanjutnya, sambungnya, telah berjalan inovasi e-UKS, e-Posyandu, dan e-Posbindu. Pemkot Depok juga melakukan integrasi layanan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), rumah sakit dan klinik swasta.

“Juga masih dalam tahap pengembangan untuk promosi kesehatan online, pemeliharaan SIPPKLING, Si Bima, Si Bugar, dan beberapa aplikasi kesehatan lainnya,” jelas Widyati.

Dirinya berharap melalui penilaian PPD bisa memacu semangat Pemkot untuk semakin baik lagi dalam meningkatkan program pembangunan. Tentunya untuk meraih hasil yang terbaik dalam PPD Provinsi Jabar.

“Utamanya kami akan terus bebenah untuk perencanaan pembangunan yang lebih baik, juara menjadi nilai plus buat kami,” tandasnya. (JD02/ED02/EUD 02)

YOUR REACTION?