Gugus Tugas Kota Layak Anak (GTKLA) Kelurahan Depok Jaya saat menggelar sosialisasi stop kekerasan pada anak dan parenting, di Aula Kantor Kelurahan Depok Jaya, Kamis (30/09/21). (Foto: JD 05/Diskominfo)

berita.depok.go.id - Gugus Tugas Kota Layak Anak (GTKLA) Kelurahan Depok Jaya menggelar sosialisasi stop kekerasan pada anak dan pola asuh atau parenting. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam melindungi anak-anak di wilayah setempat dari tindak kekerasan.

Lurah Depok Jaya, Herman mengatakan, sosialisasi ini adalah upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa anak adalah aset yang harus dijaga. Untuk itu, melalui agenda ini dibentuk pemahaman dan komitmen bersama warga dalam mengantisipasi kekerasan pada anak.

"Ke depan kami ingin sosialisasi seperti ini rutin tiap tahun untuk mencapai lima klaster hak anak, sebagai awalan klaster dua yakni lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif," katanya kepada berita.depok.go.id, kemarin (30/09/21).

Herman menuturkan, dalam kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidangnya. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah pengurus Forum Kelurahan Layak Anak (Fokla), RW Ramah Anak, dan Ketua RW 1-14.

"Kami berharap tidak ada kasus kekerasan pada anak di Depok Jaya, peserta yang telah mendapat ilmu baru ini juga diharapkan mentransfer kembali ilmunya ke warga di wilayah masing-masing," tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Tumbuh Kembang dan Pengembangan Kota Layak Anak DPAPMK Kota Depok, Ima Halimah menjelaskan, dalam pembangunan Kota Layak Anak (KLA) perlu kolaborasi antara pemerintah, media massa, dunia usaha, dan partisipasi masyarakat. Masyarakat menjadi salah satu elemen penting untuk melakukan gerakan perlindungan anak.

"Supaya diminimalisir dan mencegah bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak, jika memang terjadi kasus segera direspon cepat," jelasnya.

Ima mengungkapkan, tindak kekerasan pada anak disebabkan oleh banyak faktor. Sebelum hal ini terjadi, anak harus diajari cara melindungi dirinya sendiri. Selain anak, orangtua dan lingkungan sekitar pun harus peduli dan melindungi anak-anak.

"Mudah-mudahan tindak kekerasan pada anak di Kota Depok menurun dan terwujud Depok sebagai Kota Layak Anak," pungkasnya. (JD 05/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?