Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Mary Liziawati di Hotel Bumi Wiyata, Rabu (07/20/20). (Diskominfo)

berita.depok.go.id-Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Depok tetap diperbolehkan mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) meski hasil rapid test menunjukkan reaktif. Namun demikian, peserta tersebut mengikuti ujian di ruangan yang terpisah.

"Berdasarkan pedoman dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), hasil rapid test reaktif boleh ikut ujian. Akan tetapi, jika ada yang Swab PCR positif,  kita akan laporkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna meminta penundaan tes SKB, karena sangat beresiko," kata Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Mary Liziawati di Hotel Bumi Wiyata, Rabu (07/20/20). 

Mary menambahkan, adapun diperbolehkannya dengan catatan, yang bersangkutan mengikuti SKB di ruangan terpisah. Begitu juga dengan pengawasnya, sambung Mary, mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. 

Mary merinci, secara keseluruhan dari 690 peserta SKB Tahun 2020, 17 di antara mereka hasil rapid tes-nya reaktif. Sementara, bagi yang melakukan Swab PCR, imbuhnya, semua hasilnya negatif. 

"Untuk hari pertama di sesi I ada tujuh orang yang hasil rapid test-nya reaktif. Sudah kita pisahkan di ruangan yang berbeda" katanya. 

Lebih lanjut, tuturnya, SKB ini merupakan tes yang lebih teknis. Dikarenakan masing-masing peserta mendapatkan soal sesuai bidang atau formasi yang dilamarnya. 

"Ada formasi tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, dan teknis atau strategis. Semuanya disesuaikan dengan formasi yang dilamar," tutupnya. (JD 07/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?