Kegiatan pertemyan konvergensi lintas sektor dalam rangka percepatan penurunan dan pencegahan stunting secara virtual. (Foto: Istimewa)

berita.depok.go.id-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menggelar acara pertemuan konvergensi lintas sektor demi percepatan penurunan dan pencegahan stunting. Pertemuan tersebut diikuti oleh perangkat daerah terkait, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang memiliki peranan penting dalam pencegahan stunting.

Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita mengatakan, dalam upaya mencegah stunting diperlukan dukungan dan komitmen dari semua pihak. Sebab, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tetapi harus ada sinergisitas dari setiap pihak, termasuk masyarakat dalam menyukseskasn seluruh program.

“Dalam percepatan penurunan dan pencegahan stunting perlu koordinasi, sinergisitas, dan sinkronisasi para pihak yang berkepentingan agar dalam pelaksanaannya dapat lebih optimal,” jelasnya saat memberikan arahan pada Pertemuan Konvergensi Lintas Sektor secara virtual, Rabu (04/11/20).

Dikatakan Novarita, upaya pencegahan stunting dapat mulai dilakukan dengan memastikan kesehatan yang baik dan gizi yang cukup pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Dimana, 40 persen kontribusi berasal dari faktor lingkungan berupa sanitasi lingkungan yang baik serta ketersediaan air bersih.

Kemudian, 30 persen dari faktor perilaku yaitu pola asuh, pola makan dan pola hidup. Serta, 20 persen dari faktor pelayanan kesehatan dan 10 persen dari faktor genetik.

Untuk itu, sambung Novarita, upaya penurunan stunting dilakukan melalui dua intervensi. Yaitu, intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan intervensi gizi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung.

“Upaya penurunan stunting akan lebih efektif jika kedua intervensi dilakukan secara terintegrasi. Karena dapat lebih memperkuat efektivitas penurunan stunting mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi,” tandasnya. (JD 02/ED 02/EUD02)

YOUR REACTION?