Salah satu pembudidaya lele sedang membersikan lele sangkuriang sebelum di jual. (Istimewa)

berita.depok.go.id- Budidaya Lele Sangkuriang di RT 09, RW 20 Kelurahan Sukatani Kecamatan Tapos yang tercetus guna mengisi waktu luang warga saat Work From Home (WFH), semakin berkembang. Pasalnya sejak dimulai bulan Agustus tahun 2020, permintaan lele sangkuriang yang diterima oleh kelompok pembudidaya lele tersebut meningkat.

Ketua Pembudidaya Lele RW 20, Kelurahan Sukatani, Agus Dariadi menuturkan, saat ini warga yang melakukan budidaya lele ada 25 dengan menggunakan 52 drum. Menurutnya, dengan isi masing-masing 150 ekor bibit lele, bisa mendapatkan 10-15 kilogram (kg) lele siap panen per pekannya.

"Saat ini permintaan warga mencapai 20 kg per pekan. Tapi kami baru mampu memproduksi 10-15 kg per pekan," tuturnya kepada berita.depok.go.id, Selasa (09/03/21).

Agus menjelaskan, terdapat faktor penghambat yaitu terjadinya pertumbuhan lele yang tidak seragam. Karena itu, tidak bisa dipastikan jumlah panen yang seragam setiap pekannya.

Lanjut dia, pihaknya sedang mencoba melakukan variasi usia bibit lele, sehingga setiap pekan dapat mendapatkan hasil panen siap konsumsi sebanyak 20-25 kg. Yaitu dengan jumlah 8-9 ekor lele per kg di usia panen 2,5 bulan.

"Ini yang jadi PR, tentu sangat besar harapan kami untuk mendapatkan dukungan pendampingan atau pengarahan lebih lanjut dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) agar proses budidaya semakin berkembang. Serta hasil produksi semakin meningkat," pungkasnya. (JD 09/ED02/EUD02)

YOUR REACTION?