Badan Perencaaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait perumusan isu strategis tematik tahun 2023 urusan pangan bersama Perangkat Daerah, belum lama ini. (Foto: istimewa)

berita.depok.go.id - Badan Perencaaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait perumusan isu strategis tematik tahun 2023 urusan pangan bersama Perangkat Daerah terkait, pada (11/11) lalu. Forum ini  sekaligus sebagai langkah awal dalam tahapan penyusunan desain besar pertanian perkotaan (urban farming) untuk Kota Depok.

"Desain besar pertanian perkotaan ini diharapkan dapat dijadikan acuan jangka panjang bagi perkembangan pertanian di Kota Depok," jelas Kepala Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Bappeda Kota Depok, Shandy Syamsurizal kepada berita.depok.go.id, Senin (15/11/21).

Shandy mengungkapkan, pertanian perkotaan layak dan tepat dikembangkan di Kota Depok karena sesuai dengan karakteristiknya. Sambungnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok mencatat, sejak 2013 telah terjadi penurunan luas lahan pertanian di Kota Depok sebesar 59 persen. Dalam kurun waktu 18 tahun, lahan pertanian turun drastis menjadi sekitar 148 hektare.

Dengan demikian, kata Shandy, penambahan produksi padi sebagai bahan pangan sulit untuk dilakukan dengan ketersediaan lahan yang ada. Hal ini yang menyebabkan Kota Depok sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah, tidak hanya untuk bahan makanan pokok seperti beras, tetapi juga sayuran, daging, dan ikan.

"Momen pandemi Covid-19 membuat pergerakan sosial kita terbatas, lebih banyak berada di dalam rumah, dan urban farming meningkat di masa ini. Salah satunya guna mencukupi kebutuhan pangan selain karena tren hobi baru," ujar Shandy.

Shandy menyebut, urban farming dapat memenuhi kebutuhan konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) bagi keluarga. Termasuk penyediaaan sumber makanan segar, dengan harga lebih murah sebagai bagian dari ketahanan pangan.

"Selain itu juga dapat menumbuhkan pekerjaan bagi banyak orang, sehingga bisa mengurangi angka kemiskinan, mendaur-ulang sampah untuk mengurangi volume sampah dan menambah tutupan hijau untuk mengurangi dampak perubahan iklim," pungkasnya. (JD 05/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?