Kegiatan Bank Sampah Merdeka di Kecamatan Sukmajaya. (Foto: istimewa)

berita.depok.go.id- Sejak diresmikan 5 Maret 2021, keberadaan Bank Sampah Merdeka di Kecamatan Sukmajaya terus memberikan beragam manfaat bagi masyarakat sekitar. Sampah-sampah yang diolah tidak hanya mampu meningkatkan ekonomi warga tetapi juga berkontribusi mewujudkan program Depok Kota Bersih atau Zero Waste City.

Camat Sukmajaya, Fery Birowo mengatakan, keberadaan Bank Sampah Merdeka turut mendukung program Zero Waste City. Yaitu dengan melakukan pemilahan sampah dari rumah sehingga berdampak pada pengurangan volume sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Bank Sampah Merdeka beroperasi sebulan dua kali, setiap hari Jumat. Mulai pukul 08.00 sampai 10.00 WIB," ujarnya, kepada berita.depok.go.id, Senin (11/10/21).

Dirinya mengatakan, untuk sampah yang ditampung mulai dari sampah plastik, kertas, AC dan ada juga besi-besi tua yang sudah tidak terpakai. Harga per kilogramnya bervariasi, mulai dari Rp 1.000 - Rp 150.000.

"Warga sekitar dan pegawai ASN bisa berkontribusi dalam program Zero Waste City dengan melakukan pemilahan sampah dari rumah dan mendapat nilai ekonomi dari tabungan sampah non organiknya di bank sampah. Tabungan bank sampah dibagikan kepada nasabah per enam bulan atau satu tahun," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, dari sejumlah sampah yang dikumpulkan terdapat beberapa jenis yang diolah menjadi bahan kerajinan. Misalnya, minyak jelantah menjadi sabun dan lilin, kresek menjadi bunga dan tas belanja, serta kertas menjadi wadah atau pot. Selain itu, ada pula sampah yang dijual ke bank sampah induk untuk dikelola menjadi bahan baku daur ulang di industri.

"Dengan berdirinya bank sampah di kantor kecamatan, diharapkan dapat menjadi model gerakan pemilahan dan pengurangan sampah untuk tingkat perkantoran sehingga  program Zero Waste City dapat digencarkan secara masif oleh warga Depok dan seluruh stakeholder yang ada," tandasnya. (JD12/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?