Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Sidik Mulyono (tengah) saat menghadiri peluncuran buku  'Revolusi Pangan Masyarakat Urban' , di Artivator Coffee, Pancoran Mas, Kamis (30/12/21). (Foto: Diskominfo)

berita.depok.go.id- Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Sidik Mulyono, mengapresiasi penerbitan buku 'Revolusi Pangan Masyarakat Urban' karya Rumah Organik Studio Alam Indonesia (ROSAI) bersama Perkumpulan Indonesia Berseru. Buku yang menceritakan tentang pengalaman berkebun di halaman rumah ini, dinilai mampu menginspirasi berbagai kalangan.

Sidik Mulyono mengatakan, dirinya memiliki hubungan emosional dengan warga perumahan Studio Alam Indah (SAI) sejak lokasi tersebut ditemukan kasus pertama Covid-19. Selama pandemi, warga di perumahan ini tidak berdiam diri saja, justru bergerak bersama menciptakan pertanian kota (urban farming).

"Masing-masing warga diminta untuk membuat tulisan tentang berbagai suka duka pengalaman bercocok tanam, dan buku ini merupakan kumpulan dari testimoni-testimoni mereka. Kalau kita baca sepintas remeh sekali, tapi remehnya mereka sangat-sangat berdayaguna. Tentu ini menginspirasi kita semua," ujarnya, kepada berita.depok.go.id, saat puluncuran buku, di Artivator Coffee, Kamis (30/12/21).

Dirinya mengatakan, banyak pelajaran yang dapat diperoleh dari ROSAI. Dari awalnya mereka yang paranoid terhadap cacing dan hewan-hewan yang ada di tanah, justu kini mereka dapat berteman dengan itu semua.

"Sekaligus mereka dapat memenuhi kecukupan pangan di rumah masing-masing, walaupun tidak seratus persen," jelasnya.

Terakhir, dirinya berharap buku ini dapat menginspirasi warga Kota Depok. Termasuk mengedukasi masyarakat terkait ketahanan pangan kota.

"Menghadapi masa kemarau yang kita enggak tau kapan, yang jelas pasti kemarau akan tiba, dan kita harus bisa mengantisipasi sebelum bahan-bahan kebutuhan pokok melonjak, serta kelangkaan barang-barang pangan. Lebih baik kita siap sedia untuk bisa menyediakan kebutuhan kita sendiri, semampu kita walaupun tidak 100 persen," tandasnya. (JD12/ED 01/EUD02) 

YOUR REACTION?