Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono (kedua dari kiri) bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum dan sejumlah kepala daerah lain di Jawa Barat usai Deklarasi dan Peluncuran Gerakan Ngabring, Kamis (23/06/22). (Foto : Istimewa).

berita.depok.go.id - Angka stunting di Depok saat ini berada diangka 12,3 persen. Persentase ini merupakan terendah jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

"Kota Depok Tahun 2021 masih memiliki angka stunting terendah se-Jawa Barat, yaitu 12,3 persen menurut Studi Status Gizi Indonesia, angka ini terkecil di Jabar, dimana Jabar di angka 24,5 persen," tutur Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono kepada berita.depok.go.id, Jumat (24/06/22).

Namun, menurutnya, angka ini jauh berbeda dengan angka yang didapat langsung oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok sebesar 3,43 persen atau sebanyak 3.693 balita. Angka ini didapat langsung dari para kader posyandu di semua RW se-Kota Depok. 

Untuk menyelesaikan kasus yang tersebut, sambung IBH, Kota Depok meluncurkan program D'Stunting Menara atau Depok Sukses Bebas Stunting Mewujudkan Depok Ramah Anak pada akhir tahun lalu. Program ini dipelopori oleh para kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-Kota Depok dilaksanakan sepanjang tahun dengan 600 kegiatan.

Dia menambahkan, hingga bulan April D'Stunting Menara sangat efektif menurunkan angka stunting hingga 70 persen lebih. Dari jumlah 3.693 balita yang tercatat pada tahun kemarin, hingga tersisa 2.000-an.

"Saya juga ditunjuk sebagi Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Depok, ujar IBH.

"Kemarin, 23 Juni 2022, kami bersama Wakil Gubernur Jabar deklarasi untuk menurunkan angka prevalensi stunting Jabar dengan membentuk satgas khusus stunting tingkat desa dan kelurahan. Sekaligus peluncuran gerakan Ngawal Jawa Barat New Zero Stunting (Ngabring)," pungkasnya. (JD09/ED02/EUD02)

YOUR REACTION?