Wali Kota Depok Mohammad Idris selaku Ketua Gugus Tugas Perecepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Ketua MUI, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok menyampaikan Maklumat Bersama Penyelenggaraan Ibadah Idul Fitri di Kota Depok di Aula Teratai Gedung Balai Kota Depok, Senin (18/05/2020).

berita.depok.go.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok  kembali mengajukan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil. Pertimbangan utama adalah trend kasus konfirmasi, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG), dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang saat ini masih meningkat.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, keputusan perpanjangan PSBB merupakan hasil rapat bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dilaksanakan pada hari ini. Mengingat angka Reproduksi Efektif (Rt) Kota Depok >1 (1,39). 

"Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan kasus di tengah warga," tuturnya, Rabu (27/05/20).

Dikatakannya, adapun usulan yang disampaikan kepada Gubernur Jabar, yaitu memperpanjang masa PSBB selama enam hari. Terhitung mulai tanggal 30 Mei hingga 04 Juni 2020.

"Kami membuat Pengajuan Permohonan Perpanjangan Penetapan PSBB di wilayah Kota Depok. Kita masih menunggu keputusan selanjutnya," ucapnya. 

Lebih lanjut, Mohammad Idris menuturkan, perkembangan kasus  OTG di Kota Depok hingga hari ini sebanyak 907 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1.546 orang. Sementara PDP 650 orang. 

Dia menambahkan, untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 73 orang. Namun demikian, status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. 

"Untuk kasus konfirmasi sebanyak 544 orang, sembuh 179 orang, dan meninggal dunia 28 orang," tandasnya. (JD 08/ED 01/EUD02) 

YOUR REACTION?