Kadiskominfo, Sidik Mulyono bersama Kadinkes Novarita dan tim HC BNN saat mengunjungi anak penderita hidrosefalus di kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan, Jumat (16/10/20). (Foto: Diskominfo).

berita.depok.go.id-Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono beserta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita hari ini mengunjungi SA (9)  anak penderita hidrosefalus di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan. Kunjungan ini juga turut dihadiri oleh Lurah Bedahan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Pengasinan, tim Health Care (HC) Barisan Bangun Negeri (BBN) dan Rumah Sehat (Ruhat) 165.

“Hari ini kita berkoordinasi dengan Dinkes, Puskesmas dan kelurahan dalam menindaklanjuti kunjungan sebelumnya yang dilakukan oleh Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) dan Camat Sawangan,” ujarnya usai kunjungan tersebut, Jumat (16/10/20).

Dirinya mengatakan, tim HC BBN dan Ruhat 165 yang merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat di bidang kesehatan dan sosial kemasyarakatan, ingin berpartisipasi membantu pemerintah dalam menangani kasus hidrosefalus di Kota Depok. Kehadiran kedua organisasi ini adalah inisiatif mandiri mereka untuk turut berpartisipasi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menangani kasus hidrosefalus yang menimpa warga Depok.

"Ini merupakan bentuk kontribusi nyata dari masyarakat, dan tentunya kita (Pemkot) sangat mendukung upaya yang mereka lakukan. Bentuk kolaborasi ini adalah implementasi dari penyertaan dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, yang perlu untuk terus dikembangkan di masa mendatang menuju Depok Kota Sehat," ujar Sidik.

Lanjutnya, HC BBN juga menawarkan bantuan berupa akomodasi bagi pasien jika ingin berobat ke rumah sakit pusat di Jakarta. Selain itu, juga sudah disediakan rumah singgah bagi keluarga yang menemani pasien berobat.

“Pasien juga akan diberikan terapi di rumah oleh pihak Ruhat 165. Terapi ini dilakukan untuk menyempurnakan terapi yang sudah dilakukan sebelumnya oleh keluarga pasien di rumah sakit rujukan,” terangnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan, Novarita mengatakan, kunjungan hari ini ke pasien penderita hidrosepalus selain untuk berempati, juga guna mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh keluarga. Pihaknya turut membantu mencarikan solusi alternatif.

“Untuk pengobatan alternatifnya kita melibatkan lembaga pemberdayaan masyarakat atau komunitas yang ingin berpartisipasi. Sebelumnya juga sudah kita bantu merujuk pasien ke rumah sakit dan memberikan makanan tambahan,” tutupnya. (JD 10/ED 01/EUD02)

YOUR REACTION?