Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari (Foto: Diskominfo)

berita.depok.go.id-Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok merencanakan anggaran program kegiatan mencapai Rp 33 miliar di tahun 2021. Anggaran tersebut bakal digunakan untuk pencapaian kinerja utama terutama dalam peningkatan ketahanan keluarga di Kota Depok.

Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengatakan, DPAPMK memiliki tiga urusan yang tertuang dalam Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ketiga urusan tersebut yaitu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana (KB), pemberdayaan masyarakat dan desa.

“Dalam ketahanan keluarga terdapat komponen variable penilaian berupa ketahanan fisik, ketahanan sosial, maupun ketahanan psikologi. Dari hasil survei indeks ketahanan keluarga di tahun 2019 diperoleh skor 77,64 dengan masuk kategori tinggi,” ujar Nessi kepada  berita.depok.go.id  usai  memaparkan materi dalam Forum Rencana Kerja (Renja) DPAPMK Kota Depok di Hotel Bumi Wiyata, Margonda, Rabu (26/02/20).

Dikatakannya, DPAPMK mengajukan 13 program dengan 49 kegiatan di tahun 2021. Di antaranya untuk pengembangan Kota Layak Anak (KLA), peningkatan dana operasional bagi kader Posyandu dan Posbindu, peningkatan keluarga harmonis berupa pelaksanaan Sekolah Pra Nikah (SPN), Kesatuan Gerak (Kesrak) PKK KB Kesehatan, serta kegiatan Generasi Berencana (Genre) dan Kreativitas PIK Remaja.

“Kami punya sumber daya pendukung ketahanan keluarga, dengan jumlah Posyandu sebanyak 1032, Posbindu 832, Kampung KB 114, ataupun 916 Satgas Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) yang tersebar di 63 kelurahan. Ini menjadi kekuatan kami,” tandasnya. (JD 06/ED02/EUD 02)

YOUR REACTION?