Kepala Disdik Depok, Mohammad Thamrin menyampaikan kebijakan terkait guru honorer di Balai Kota, Rabu ( 15/01/20).  (JD 07/Diskominfo)

depok.go.id-Guna peningkatan kualitas pendidikan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok mendorong linierisasi tenaga pendidik. Ratusan guru yang belum berijazah sarjana (S-1), diimbau untuk segera melanjutkan pendidikan di jurusan yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkannya.

Kepala Disdik Depok, Mohammad Thamrin mengatakan, keputusan tersebut merupakan arahan dari pemerintah pusat. Yaitu melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 46 Tahun 2016 tentang Penataan Linieritas Guru Bersertifikat Pendidik. 

"Bagi yang ijazahnya belum linier, nantinya tidak bisa mendapatkan tunjangan non-sertifikasi. Lebih lanjutnya, tidak bisa mengajar," katanya di Balai Kota Depok, Rabu (15/01/20). 

Adapun solusi sementara bagi guru yang belum berijazah linier, ucap Thamrin, dengan membuat surat pernyataan. Dokumen ini, imbuhnya, menjadi pegangan dari Disdik Depok agar yang bersangkutan siap melanjutkan pendidikan dan menyelesaikannya maksimal 3.5 tahun. 

"Kita juga tidak tega, guru yang sudah mengabdi puluhan tahun harus diberhentikan begitu saja. Akan tetapi, di sisi lain, apabila kita tetap mempekerjakan guru yang belum linier, akan menjadi temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," jelasnya.

Dikatakannya, linierisasi ini diperuntukan bagi guru yang belum memasuki masa purnabakti atau maksimal berusia di bawah 56 tahun. Manfaat lain dari linierisasi ini, sambungnya, bisa menjadi syarat apabila ada lowongan Calon Penerimaan Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

"Jadi sebetulnya manfaatnya kembali pada guru tersebut. Selain bagian dari upaya peningkatan kompetensi, juga kesejahteraan guru," tutupnya. (JD 07/ED 02/EUD 02)

YOUR REACTION?