Temukan informasi terkini dengan mengikuti akun sosial media kami

News Pemerintahan Ekonomi Kesra
Kelurahan Jatijajar Salurkan 1.170 BLTS Kesra Tahun 2025, Proses Terbuka
JD09 - berita depok

36
Sabtu, 29 Nov 2025, 13:12 WIB

Lurah Jatijajar, Raden Herdandy Suherman (kedua dari kanan) menyalurkan BLTS Kesra 2025 kepada penerima manfaat di Aula Kelurahan Jatijajar, Sabtu (29/11/25). (Foto : Diskominfo Depok).

berita.depok.go.id - Kelurahan Jatijajar menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Tahun 2025 kepada 1.170 warga penerima manfaat.

Penyaluran dilakukan di Aula Kelurahan Jatijajar, Sabtu (29/11/25).

Lurah Jatijajar, Raden Herdandy Suherman, menjelaskan bahwa pihaknya mengatur jadwal pembagian secara bertahap per RW agar tidak terjadi penumpukan warga, terutama para lansia.

“Alhamdulillah hari ini Kelurahan Jatijajar ada pembagian BLT sebanyak 1.170. Warga menerima uang tunai Rp 900.000. Kita buatkan jadwal supaya tidak terlalu menumpuk, jadi kita bagi per RW. Supaya lansia-lansia yang hadir tidak terlalu penuh dan tetap nyaman,” jelasnya, kepada berita.depok.go.id

Ia menegaskan bahwa kategori penerima bukan ditentukan pihak kelurahan melainkan berdasarkan data dari Kementerian Sosial (Kemsos).

“Datanya dari Kemensos, bukan kita yang mengajukan. Kita hanya menyampaikan sesuai alamatnya. Ada beberapa yang sudah pindah atau tidak ditemukan, dan itu tidak bisa dialihkan ke orang lain,” kata Herdandy.

Untuk menjaga kenyamanan warga, jadwal dibagi berdasarkan jumlah RW, dimana RW yang penerimanya sedikit digabung dengan RW lain agar pelaksanaan lebih efektif.

“Misalnya RW 1 sedikit, RW 2 banyak, itu kita sesuaikan supaya tidak terlalu padat. Jadi ibu-ibu atau lansia juga tidak terlalu kegerahan,” ujarnya.

Terkait isu-isu pemotongan bantuan, Herdandy memastikan seluruh proses dilakukan terbuka di kantor kelurahan.

“Untuk mengantisipasi isu pemotongan, pembagian difokuskan di Kelurahan Jatijajar. Petugas dari kantor pos yang melayani, dan ada petugas KTRT yang ditempatkan di kelurahan. Jadi penerima menerima full Rp 900.000, tidak ada potongan,” tegasnya.

Penyaluran juga dilakukan langsung kepada penerima, tidak boleh diwakilkan, kecuali bagi lansia yang sedang sakit.

“Kalau ada lansia yang sakit, petugas nanti mendatangi rumahnya,” tambahnya.

Herdandy berharap bantuan ini dapat dipergunakan dengan baik, mengingat mayoritas penerima adalah lansia.

“Mudah-mudahan uang tunai ini dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Ini dirapel tiga bulan, makanya Rp 900.000. Insya Allah bisa membantu kebutuhan harian mereka,” pungkasnya. (JD09/ED 01).


Apa reaksi anda?
0
0
0
0
0
0
0