Temukan informasi terkini dengan mengikuti akun sosial media kami

News Other Kesehatan Pemerintahan Pemimpin Baru
Ingin Posyandu 6 SPM di Tiap Kelurahan, Cilodong Intensif Lakukan Pembinaan Kader
JD09 - berita depok

19
Minggu, 30 Nov 2025, 11:40 WIB

Wali Kota Depok, Supian Suri (keenam dari kanan), saat meresmikan Posyandu Anyelir 1 RW 13, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, sebagai Posyandu Enam SPM, Senin (24/11/25). (Foto : Diskominfo Depok).

berita.depok.go.id - Upaya menghadirkan Posyandu Enam SPM di seluruh kelurahan di Kecamatan Cilodong terus digenjot. 

Ketua TP Posyandu Kecamatan Cilodong, Levo Astrid, mengatakan bahwa pembinaan kader sudah menjadi agenda rutin dan dilakukan secara berjenjang.

Menurutnya, pengembangan posyandu tidak bisa hanya mengandalkan kegiatan seremonial, tetapi membutuhkan pendampingan terus-menerus.

“Nanti kan ke depan bakal ada, mungkin sekarang perwakilan kecamatan, nanti perwakilan kelurahan. Ke depannya juga bakal ada pembinaan di tempat lain,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Minggu (30/11/25).

Levo menjelaskan, pembinaan secara umum sebenarnya sudah berjalan sejak lama.

“Kalau untuk pembinaan secara umum itu kita sudah lakukan rutin, baik oleh PKK maupun posyandu. Memang kalau pas ada kegiatan jadi lebih intensif. Tapi pembinaan lainnya itu rutin kita lakukan. Termasuk juga PAUD-PAUD,” jelasnya.

Menurutnya, pola pembinaan yang berjenjang ini penting agar kader dari setiap tingkatan dapat berkembang dan memahami peran barunya dalam Posyandu Enam SPM.

Tidak hanya itu, Levo juga mengungkapkan rencana penguatan layanan gizi untuk 3B, yaitu, Balita, Ibu Menyusui, dan Ibu Hamil.

Nantinya, program ini juga akan mendapat dukungan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Nanti juga diharapkan dengan Posyandu Enam SPM ini ada proyeksi 3B untuk makanan tambahan. Itu nanti di-backup sama teman-teman SPPG. Insya Allah itu akan berproses di tahun depan. Tahun sekarang ini untuk keluarga tidak mampu dulu sebagai CSR dari SPPG,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan dan Trantibum Kecamatan Cilodong, Purnomo Sujudi, menegaskan bahwa Posyandu Enam SPM membawa perubahan besar dalam sistem pelayanan masyarakat. 

Jika dulu posyandu lebih fokus pada kesehatan, kini posyandu harus memenuhi enam bidang SPM yang jauh lebih luas.

“Kalau dulu kan cuma kesehatan. Sekarang targetnya Enam SPM, jadi harus ada pelatihan dan pembinaan kader,” jelasnya.

Purnomo memaparkan bahwa berbagai program yang sebelumnya berdiri sendiri kini disatukan dalam satu wadah.

“Dulu ada Posyandu, ada Posbindu, ada Posmaja. Nah itu semuanya sekarang digabungkan dalam bentuk Posyandu Enam SPM. Ada enam bidang yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, dan trantibum,” katanya.

Dengan integrasi ini, posyandu kini memiliki kewenangan yang lebih luas dan bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan warga.

“Misalnya ada rumah tidak layak huni, posyandu bisa mengajukan ke kelurahan atau kecamatan untuk proses perbaikannya. Sekolah ada yang putus sekolah, kemudian lansia juga. Jadi posyandu sekarang dikumpulkan dalam satu aspek besar, lebih global. Tidak ada pemecahan organisasi lagi,” terangnya.

Purnomo juga menekankan bahwa konsep Posyandu Enam SPM ini relatif baru, bukan hanya bagi Depok tetapi juga bagi daerah lain di Indonesia. 

Karena itu, proses adaptasi menjadi hal yang wajar dan diperlukan.

“Memang ini baru ya, baik di kota Depok, bahkan nasional pun baru. Jadi banyak penyesuaian yang harus dilakukan. Tapi kita percaya teman-teman kader secara bertahap akan belajar, untuk lebih baik lagi, baik untuk posyandunya maupun kader-kadernya,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peningkatan layanan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Harapannya teman-teman posyandu bisa terbantu, dan mereka juga bisa punya edukasi yang lebih baik buat masyarakatnya,” pungkasnya. (JD 09/ED 01).


Apa reaksi anda?
0
0
0
0
0
0
0